»
S
I
D
E
B
A
R
«
Membujang Itu Tak Bahagia?
June 25th, 2006 by

a31.jpg

 

Menurut penelitian, para lajang dinilai kurang menarik, kurang bahagia, kurang hangat dan kurang menyenangkan dibanding mereka mereka yang menikah. Sebaliknya, orang lajang justru dinilai lebih berorientasi pada diri sendiri, dengki dan pemalu. “Jelas ini tidak bisa diperdebatkan. Sebab begitulah orang menyimpang persepsi,” ujar Wendy Morris, kandidat dokter di University of Virginia, di pertemuan tahunan American Psychological Association, beberapa waktu lalu.

“Tentu kita tidak bisa berasumsi semua lajang pemalu, dengki, dan berorientasi pada diri sendiri. Apalagi, tak kurang pula jumlah orang yang tak bahagia meski menikah,” tambahnya. Dalam penelitian, Morris meminta 55 mahasiswa untuk memberi penilaian terhadap orang berusia 25 hingga 40 tahun yang tetap lajang dan menikah. Penilaian dilakukan dengan ukuran hipotetis terhadap tingkat kebahagiaan, daya tarik, kemandirian dan sebagainya.

Secara signifikan, para mahasiswa menilai orang yang menikah lebih bahagia, menarik, hangat dan menyenangkan, sedangkan para lajang memperoleh nilai sebaliknya. Perbedaan nilai itu makin lebar bila ditujukan pada mereka yang tetap lajang di usia 40, dibanding lajang yang masih berusia 25 tahun. Para mahasiswa menganggap lajang yang sudah berusia 40 tahun semakin tidak menarik dibanding mereka yang sudah menikah.

Sisi yang menarik, “Para lajang ternyata dianggap lebih mandiri dan berorientasi pada karier dibanding yang menikah,” tutur Morris. Celakanya, inilah yang kemudian memunculkan anekdot di tempat kerja. Karena para lajang lebih berorientasi pada karier, “Mereka diharapkan lebih banyak menyelesaikan pekerjaan, tetapi yang menikahlah yang memperoleh promosi,” kata Morris. (cy).


Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

»  Income freely from: Thabit Fattah Hakmani Inc.   »  Download MP3 and Video: Best Indonesia