Simak! Kenapa Lelaki Berselingkuh?
Writing by on Saturday, 24 of June , 2006 at 11:19 pm
"Random Healthcare Tutorial from Wikipedia"
Mengapa lelaki melakukan perselingkuhan?. Memang selalu ada kilah yang bisa dimanfaatkan lelaki untuk menjelaskan perselingkuhan mereka. Di antaranya dengan mengutip penjelasan psikiatris Dr. Raj Persuad dari Australia. Katanya, lelaki itu berselingkuh tidak untuk menikmati seks yang lebih menggebu-gebu dengan wanita yang lebih muda, lebih langsing, dan lebih aduhai. Percaya atau tidak? Mungkin saja tidak?.
Sebuah keajaiban yang disodorkan oleh analisa sebuah survey. Bahwa lelaki melakukan perselingkuhan tidak semata karena seks! Sebuah survei di majalah Playboy mendapati, tidak ada kaitan antara kualitas seks dalam perkawinan dengan setia tidaknya seorang lelaki. Alasan sesungguhnya mengapa lelaki menyeleweng adalah karena kurangnya keintiman emosi dan merasa kurang dicinta atau kurang memiliki rasa gembira. Ditambahkan pula, menurut riset, ada wilayah pada benak lelaki yang sangat mungkin disalahmengertikan oleh perempuan sehingga, tanpa disadari, akan menempatkan perkawinan mereka dalam risiko.
Artikel dalam GoodMedicine, mengatakan bahwa wilayah itu adalah stres yang berat. Lelaki itu berselingkuh bukanlah karena oversex, tetapi overstress. Begitu kata Dr. Persuad. Maksudnya. bila perempuan bertemu teman perempuannya saat dalam keadaan stres, temannya itu akan merasakannya dan akan berusaha menghiburnya, mencoba membantu menghilangkan kecemasannya, tanpa diminta. Dan upaya-upaya itu akan sangat berguna. Namun bagi laki-laki, mengungkap stres yang dimiliki berarti mempertontonkan kerentanannya, dan itu bukan sesuatu yang membuat lelaki gembira. Cara seperti itu bukanlah bagian dari kultur kompetitif lelaki.
Laki-laki memang sering mengalami stres, tetapi menghadapinya dengan cara yang berbeda, cara yang bagi perempuan mungkin terdengar menggelikan. Suatu survei yang dilakukan oleh tim peneliti dari Leeds University, Inggris, guna menyelidiki kegemaran favorit laki-laki, yaitu minum bir seusai pulang kerja mendapati bahwa hanya 9,5 persen saja dari mereka yang benar-benar menikmati minuman itu. Sebagian besar dari mereka, yaitu 85 persen, minum untuk menghilangkan stress. Karena itu, perempuan tak perlu merasa diabaikan bila suaminya memilih mengerami persoalannya sendiri dan tidak mengungkapkan perasaannya. Cukup perhatikan saja apakah taktik yang dipakai suaminya untuk meredam stres itu berhasil atau tidak, sambil bersiap-siap mendengarkan bila terlihat ia sudah siap bicara. (yz)
Leave a comment
Category: Wanita Dewasa
- Add this post to
- Del.icio.us -
- Meneame -
- Digg
No comments yet.
You must be logged in to post a comment.