Bodi Seksi=Hormon Tinggi?
Writing by on Saturday, 24 of June , 2006 at 11:15 pm
"Random Healthcare Tutorial from Wikipedia"
Sudah lama lelaki menyukai perempuan dengan bentuk tubuh bagus seperti gitar spanyol. Payudara besar, pinggang kecil dan pinggul besar ala bintang film Jayne Mansfield yang pernah menjadi simbol keindahan tubuh perempuan. Menurut para peneliti, itu bukan cuma penilaian superfisial semata, ada landasan ilmiahnya. Perempuan dengan bentuk tubuh seperti boneka Barbie ternyata lebih subur alias tidak mengalami kesulitan hamil dan menghasilkan keturunan.
Hasil penelitian terhadap 119 perempuan Polandia menunjukkan bahwa perempuan dengan payudara besar dan pinggang kecil memiliki kadar hormon lebih tinggi ketimbang perempuan lainnya. Bobot tubuh para perempuan yang terlibat dalam penelitian ini ditimbang, kemudian diukur lingkar pinggang, pinggul, dada dan daerah di bawah payudara. Selanjutnya, mereka digolongkan dalam 4 kategori. Berdada besar/pinggang ramping; berdada besar/pinggang besar; berdada kecil/pinggang ramping dan berdada kecil /pinggang besar.
Peneliti juga mengambil sampel air liur para perempuan ini selama mereka mengalami menstruasi. Hal ini dilakukan untuk mengukur kadar hormon 17-b oestradial (E2) dan progesteron. Tingginya kadar dua jenis hormon tersebut merupakan indikator si perempuan akan mudah hamil. Hasil penelitian menunjukkan perempuan yang memiliki bentuk tubuh kategori pertama (payudara besar/pinggang kecil) memiliki kadar hormon E2 lebih tinggi 26 persen ketimbang perempuan pada tiga kategori lainnya, demikian pula kadar progesteronnya.
Karenanya, Dr Grazyna Jasienska dari Harvard University yang menjadi pimpinan penelitian ini berani mengatakan bentuk tubuh kategori pertama yang sangat populer dalam kultur masyarakat Barat, ternyata memiliki dasar ilmiah. “Selera pria Barat, yang memuja perempuan dengan bentuk tubuh seperti boneka Barbie sebagai simbol kecantikan dan keelokan, agaknya memiliki dasar biologis,” tandas Jasienska.
Sementara Dr Martin Tovee dari the University of Newcastle yang pernah mengadakan penelitian “Apa yang membuat seseorang menarik bagi orang lain?”, mengatakan ukuran onderdil tubuh bukan merupakan faktor utama yang menjadi daya tarik seseorang. “Tinggi tubuh, ukuran payudara, pinggang atau pinggul seseorang sebenarnya dianggap kurang begitu penting,” kata Tovee yang menilai hasil penelitian Jasienska dkk yang dimuat dalam jurnal Royal Society tidak begitu meyakinkan. (cy)
Leave a comment
Category: Pria Dewasa
- Add this post to
- Del.icio.us -
- Meneame -
- Digg
No comments yet.
You must be logged in to post a comment.