THATS RIGHT, WANITA MEMANG PEMBOROS !
Writing by on Friday, 23 of June , 2006 at 5:38 am
"Random Healthcare Tutorial from Wikipedia"

Masalahnya, faktor apa yang menyebabkan mereka seperti itu? Dan bagaimana mengendalikannya?
Sudah lama Sam mengeluhkan sifat boros istrinya, Neta. Bayangkan, setiap bulan dia pasti belanja baju dan sepatu padahal di rumah masih banyak yang belum terpakai. Meski belanjanya pakai uangnya sendiri, tetap saja bagi saya itu pemborosan. Tapi kalau saya kasih nasihat, dia malah marah, tukas Sam tentang kelakuan sang istri yang ia nikahi tiga tahun lalu itu.
Begitu pula halnya dengan yang dialami Ryan. Pria 32 tahun yang bekerja sebagai manajer keuangan di sebuah radio swasta ini juga mengeluhkan sifat sang istri, Atria, yang dianggapnya boros dan tidak bisa mengelola keuangan rumah tangga dengan baik. “Akibatnya setiap pertengahan bulan uang belanja rumah tangga sudah habis. Mau enggak mau saya akhirnya harus mengeluarkan biaya ekstra untuk tambahan belanja bulanan, keluhnya.
Yang menarik, masalah-masalah seperti ini ternyata bukan hanya dialami oleh Sam dan Ryan. Banyak pria di muka bumi ini yang juga mengalami nasib serupa, mereka memiliki istri atau kekasih yang boros. Artinya, anggapan bahwa kaum wanita itu lebih boros dibanding pria, tampaknya memang bukan sekadar isapan jempol.
Buktinya, hal ini juga dibenarkan oleh Safir Senduk, seorang ahli perencana keuangan dari Biro Perencanaan Keuangan Safir Senduk & Rekan. Menurutnya secara umum wanita memang lebih memiliki kecenderungan untuk boros ketimbang pria. Penyebabnya jika ditinjau secara ilmiah, karena dalam segala hal wanita lebih mengandalkan otak kanan, sedangkan pria sebaliknya lebih mengandalkan otak kiri.
Nah, otak kiri itu berhubungan dengan segala sesuatu yang sifatnya logis dan matematis. Itulah yang membuat dalam soal pengeluaran uang, pria biasanya lebih taktis dan perhitungan. Sedangkan otak kanan lebih berhubungan dengan seni dan psikologi, termasuk juga nafsu dan emosi.
Akibatnya, wanita jadi lebih mudah tergiur jika melihat barang-barang yang bagus karena mereka kurang bisa mengendalikan hawa nafsu. Banyak di antara mereka yang akhirnya jadi pemboros, begitu jelas Safir.
BOROS = BELANJA MELEBIHI BATAS
Arti kata boros sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah: berlebih-lebihan dalam pemakaian uang. Dalam kaitannya dengan gaya hidup, menurut Safir, seseorang bisa dikategorikan boros kalau dia membelanjakan uangnya melebihi batas.
Istilahnya, besar pasak dari pada tiang. Sebagai contoh, anggaran belanja yang biasanya hanya habis Rp 2 juta, tiba-tiba membengkak jadi Rp 3 juta, itulah yang bisa disebut pemborosan, katanya.
Banyak faktor yang mendorong terjadinya over pengeluaran seperti itu. Salah satunya adalah gaya hidup yang konsumtif. Contohnya, kalau kita datang ke pusat-pusat perbelanjaan dan melihat orang bertransaksi, maka di alam bawah sadar kita akan muncul pemikiran, Masa sih, saya enggak belanja?. Jadi secara alam bawah sadar kita akan dituntut untuk turut berbelanja, apalagi kalau kita merasa punya uang.
“Nah, dilema seperti inilah yang sering dialami oleh kaum wanita. Karena lebih mengandalkan otak kanan, mereka pada akhirnya tidak bisa mengendalikan hawa nafsu untuk berbelanja. Alhasil, mereka belanja bukan lagi pakai akal, melainkan pakai nafsu, papar Safir lebih lanjut.
Biasanya wanita boros membelanjakan uangnya untuk keperluan pakaian dan aksesori. Selain itu, juga untuk kebutuhan anak dan rumah tangga. Bagi wanita yang bekerja dan memiliki penghasilan sendiri, umumnya sifat borosnya akan lebih menonjol lagi. Karena pemikiran yang ada di benak mereka, “Ini kan uang saya sendiri, jadi terserah saya dong mau diapakan?
Yang lebih parah lagi, ada istri yang melampiaskan sifat borosnya dengan menggunakan uang belanja rumah tangga pemberian suami. Atau, mereka membelanjakan kartu kredit melebihi batas kemampuan pembayaran. Padahal tanpa disadari, dengan menerapkan gaya hidup yang konsumtif dan boros, para istri itu telah mengundang berbagai masalah masuk ke dalam diri mereka. Kata Safir, tak jarang rumah tangga akhirnya berantakan karena sifat boros dari sang istri.
BOROS BISA SEMBUH?
Lalu, apakah sifat boros bisa dihilangkan?
Jawabannya, bisa. Meski tidak drastis, secara perlahan-lahan sifat boros bisa dihilangkan. Saran Safir, kalau memiliki istri yang pemboros, si suami hendaknya mencari jalan keluar untuk mengatasinya. Tapi dengan satu catatan, pihak suami terlebih dahulu harus introspeksi diri, apakah dia sendiri termasuk orang yang boros atau tidak. Soalnya, ada juga tipe suami yang suka menghamburkan uang alias boros untuk urusan hobi mereka. Kalau si suami merasa bukan pribadi yang boros, barulah dia bisa mengarahkan istrinya untuk meninggalkan sifat tersebut.
Diakui Safir, nasihat memang jadi salah satu cara ampuh untuk mengatasi sifat boros. Dalam hal ini, pihak suami tidak boleh lelah mengingatkan dan menasihati istri akan sifat buruknya itu. Namun begitu, ketika menasihati atau mengingatkan istri akan keborosannya, tetap ada etika yang harus dijunjung. Yang paling utama adalah jangan sampai menyinggung hal-hal yang sifatnya pribadi, apalagi dengan nada mengomel atau marah. Misalnya dengan langsung melontarkan perkataan, Kamu itu pemboros deh, Ma.
Safir menyarankan pergunakanlah kata-kata yang lebih bijak. Sebagai contoh ketika istri ingin membeli baju, padahal baju barunya di rumah masih banyak yang belum terpakai, nasihat yang bisa dilontarkan untuk mengingatkan istri adalah, Itu baju nantinya kamu mau pakai ke mana? Di rumah kan masih banyak baju yang belum kamu pakai. Sayang lho kalau akhirnya hanya numpuk di lemari.
Istri yang baik tentunya akan mengerti kalau dinasihati suami, jangan malah sebaliknya jadi marah. Karena itu tandanya suami care dan sayang pada istri. Artinya, belanja sih boleh-boleh saja, tapi bukan berarti harus boros kan? ujar Safir.
TIPS MENGHADAPI ISTRI PEMBOROS
Punya istri yang pemboros, memang sering jadi masalah. Namun sebagai suami, Anda tetap harus bijaksana menyikapi bad habit istri Anda yang seperti itu. Sebagai panduan, ada beberapa tips dari Safir Senduk yang bisa Anda praktekkan untuk menghadapi istri yang pemboros.
1.Jangan lelah untuk mengingatkan sifat boros istri. Karena sifat seperti ini tidak bisa hilang secara drastis, melainkan butuh waktu sekitar 3 hingga 4 bulan.
2.Kalau setelah diperingatkan atau dinasihati si istri tetap tidak jera dengan kelakuan borosnya, langkah-langkah tegas yang harus dilakukan pihak suami adalah jangan menyerahkan pengelolaan keuangan keluarga kepada istri untuk sementara waktu.
3. Atau, si suami boleh bilang pada istri, Oke, kamu boleh meneruskan hobi belanja kamu, dengan catatan harus pakai uang sendiri. Saya sebagai suami hanya memenuhi kebutuhan keluarga saja.
4. Jangan membiarkan istri memiliki banyak kartu kredit. Karena kalau hal tersebut dibiarkan, artinya kita telah ikut menjerumuskannya menjadi seorang pemboros sekaligus pandai berhutang.
Ajak istri mengikuti terapi mengatasi sifat borosnya. Caranya, dengan menyarankan agar ia menjauhi lingkungan yang konsumtif, seperti teman-temannya yang punya hobi belanja dan juga jangan terlalu sering berkunjung ke pusat-pusat perbelanjaan. Minimal, untuk jangka waktu tiga bulan.
Leave a comment
Category: Pria Dewasa
- Add this post to
- Del.icio.us -
- Meneame -
- Digg
No comments yet.
You must be logged in to post a comment.