Plis Deh So Gaul So Keren: Let Hang Out Begaul Dewasa Aman

TECHNO MEN IN LIFE STYLE

Google
 

Writing by on Friday, 23 of June , 2006 at 5:21 am

"Random Healthcare Tutorial from Wikipedia"

40332_david_beckhamin_hawaii.jpg

Empat nama pria berikut ini adalah mereka yang memiliki hobi berkutat dengan gadget berbau teknologi. Ada yang suka koleksi ponsel, kamera digital, otak-atik teknologi terbaru dari komputer, hingga maniak mobil remote control.

Teddy Syah, Artis, RADIO CONTROL MINDED

Kegemarannya dengan radio kontrol memboyongnya hingga ke Brazil. Mengikuti kejuaraan dunia Ifmar World Championship 1/10 200 mm Touring San Paolo Brazil 2004, ia berhasil masuk jajaran 10 besar dan berhak masuk final kejuaraan tersebut. Dijuluki The Unknown Driver from The Third World Country oleh komentator ajang lomba, ia berhadapan dengan pembalap-pembalap radio control pabrikan. Rasa harunya meluap ketika lagu Indonesia Raya bergema di arena pertandingan.

Saat itu sebagian besar penonton seperti terwakili ketika negaranya sendiri (Brazil) tak masuk 10 besar. Mereka menyoraki saya seperti mereka menyoraki jagoan negerinya, ujar bapak dua anak dan suami dari Rina Gunawan. Ini pengalaman ketiga kalinya berkeliling dunia mengikuti perlombaan radio control, setelah Meksiko di tahun 1997, dan Australia di tahun 2001.

Ia menyukai radio control sejak kecil, tapi kesempatan memiliki mobil-mobil radio control idamannya hasil kocek sendiri dimulai tahun 1993. Saat itu uang untuk membelinya saya dapatkan sendiri. Orangtua saya sedari kecil mengajarkan tentang bagaimanapun jika ingin medapatkan sesuatu, harus didapat dengan jerih payah sendiri. Saya melakukannya dan mendapatkannya, ceritanya.

Kegiatannya sebagai artis yang terlihat vakum diisinya dengan menghabiskan waktu untuk keluarga, perusahaan keluarga, dan tentu saja radio control. Dari 52 minggu dalam setahun, saya menghabiskan 32 minggunya untuk balapan radio control, tukasnya. Namun kesibukannya sebagai artis yang kini berkurang, juga dijadikannya kesempatan untuk mengurusi lebih banyak ke masalah anak. Rumah dan kantorku dekat, jadi aku leluasa mengawasi mereka dan mengurusi mereka. Bagiku ketika saya dan Rina berkomitmen menikah, urusan keluarga adalah utama, tambahnya.

Maka dari pihak Kyosho yang sudah mensponsorinya bermain radio control dan mendaulatnya sebagai atlet, sedikitnya ia mendapatkan Rp 200 250 juta dalam kontrak setahun. Bahkan setelah pertandingan di San Paolo, Brazil, pria penyuka dandanan kasual dan tak perduli dengan perkara fashionmate artis ini, tengah ditunggu pihak pabrikan radio control Italia untuk ditawarkan menjadi tim driver radio control pabrikannya. Sekarang saya ingin memunculkan kembali nama Indonesia lewat olahragawannya, janjinya.

Zoel Gandhi, Vice President Vas & In System, PT. Mobil 8 Telecom, IT MEMPERMUDAH KEHIDUPAN

Tahun 1980, Zoel Gandhi, mulai mengeluti dunia teknologi khususnya komputer. Pria berzodiak Leo ini menyukai IT karena IT menyederhanakan dan memudahkan pekerjaan. Keberadaan IT bukan mengganti orang tapi membantu menyelesaikan pekerjaan. Pekerjaan yang dulunya dilakukan 100 orang dengan waktu satu minggu, dengan IT bisa selesai dalam satu jam tanpa mengurangi jumlah pekerja, katanya.

Sebagai pengamat dan pekerja IT, ia selalu mengikuti perkembangan IT yang cepat, per detik, bukan per minggu atau per bulan. Sekarang saya sedang membuat konsep baru. Nanti orang tidak perlu lagi datang ke kantor, namun bos tetap mengetahui bahwa karyawannya sedang bekerja di rumah. Sistem ini selain membantu pekerjaan, juga bisa membantu mengatasi kemacetan. Bagi saya tempat (red: datang ke kantor), bukan lagi suatu yang mutlak, yang penting pekerjaan selesai.

Lelaki kelahiran 20 Agustus 1960 ini menjelaskan, tahun 2015 PBB merencanakan 50% penduduk Indonesia harus terkoneksi dengan internet, karena teknologi informasi akan menghilangkan kesenjangan informasi antara desa dengan kota. Melalui internet masyarakat desa bisa mengetahui harga dollar, sayur, dan buah-buahan.

Sebelum bekerja di Mobile 8 anak pertama dari tiga bersaudara ini sempat bekerja di perusahaan konsultan IT. Di sana ia membuat konsep pembayaran telepon. Atas keahliannya ia diminta untuk bekerja di PT. Mobile 8 Telecom. Sampai sekarang belum ada rencana pindah kerja karena di Mobile 8 ia bebas mengekspresikan keahliannya yang berhubungan dengan kelangsungan bisnis Mobile 8, salah satu hasilnya: menonton televisi melalui HP.

Sekarang IT pun sudah menjadi gaya hidup. Modernitas seseorang bisa dilihat dari kepemilikan IT-nya. Pria yang memiliki tinggi badan 178 cm dan berat 78 kg ini suka tampil sederhana dan kasual. Saya termasuk orang yang tidak gila merek. Yang penting enak dipakai dan nyaman, orang kan tidak melihat mereknya, dalihnya.

Untuk warna pakaian Zoel suka warna terang, salah satunya biru, kulit saya agak hitam, kalau memakai warna gelap semakin terlihat hitam, jelasnya. Sedangkan untuk pewangi badan, ia suka memakai Dunhill, Aigner, Clinic dan Polo Blue. Setiap memakai parfum selalu saya campur, Dunhill dengan Clinic, Polo Aigner dengan Polo Blue. Jarang memakai parfum satu jenis, ini membuat orang susah mengenal parfum saya. Kalau ada yang bertanya, saya jawab tidak ada yang menjualnya, ungkapnya sambil tersenyum.

Rulli Budisatya Harbani, Vice President Sales & Marketing PT. Melvar Lintasnusa, 260 KOLEKSI PONSEL

Pria satu ini hobi mengoleksi ponsel. Berbagai jenis merek ponsel, dari Nokia, Motorola, Soni Ericsson, Philip, Siemen sampai merek yang langka di pasar dimiliki Rulli Budisatya. 260 ponsel kini bersemayam di rumah pria berzodiak Scorpio yang dulunya kuliah di Fakultas Teknik Industri, jurusan Elektro ITB ini.

Rulli pertama kali mengenal ponsel, yaitu Motorola keluaran tahun 1988, milik orangtuanya. Motorola tersebut menjadi ponsel pertamanya karena pada masa itu ia belum sanggup membeli karena harganya mahal. Dulu yang mahal bukan handset tapi nomor kartu, harganya bisa mencapai puluhan juta, kisahnya.

Rulli melanjutkan, belakangan ini ia sudah berhenti mengoleksi ponsel karena sibuk bekerja. Cuma, setiap pulang kerja dan hari libur ia selalu meluangkan waktu untuk membersihkan koleksinya dengan alkohol agar tidak berjamur. Biar tidak rusak, setiap ponsel dibungkus dengan plastik dan dicharge setiap minggu. Perawatan satu bulan sekitar Rp 200 ribu.

Semuanya bisa dipakai, tidak ada yang rusak, dan semuanya orisinal. Kalau ada yang rusak saya servis sendiri, ujarnya. Anak kedua dari tiga bersaudara ini termasuk paranoid ponsel. Mayoritas koleksinya ia beli di outlet temannya. Jarang sekali ia memburu ke pasar ponsel. Teman saya bisa menyediakan berbagai merek ponsel, tambahnya.

Rulli juga pernah mengadakan pameran koleksi ponselnya di Bandung Indah Plaza. Dari sekian banyak ponsel yang ia miliki, yang paling mahal yaitu Motorola Startec keluaran tahun 1981, Rp 18 juta. Sedangkan yang paling murah Motorola C 155, Rp 500 ribu. Bagi Rulli kecolongan, dijambret atau kehilangan ponsel sudah menjadi suatu hal yang biasa. Untuk sehari-harinya, Rulli memakai Nokia 7610 dan Sony Ericsson K 700i.

Sebagai orang teknik, ia lebih suka berpenampilan kasual. Lagi pula saya sudah menikah, tidak ada lagi yang dilirik jadi tidak usah trendi. Sehari-hari saya suka pakai kaos Benetton, celana jins Hugo Boss, karena bentuknya sederhana dan enak dipakai, juga pakai sandal, jelasnya.

Untuk pewangi badan ia memakai Davidoff karena baunya segar dan tidak tajam. Sedangkan untuk warna pakaian, ia senang warna hitam karena hitam tidak menyolok dan berwibawa. Berbeda dengan eksekutif lainnya, walau menjabat sebagai Vice President di PT. Melvar Lintasnusa, ia termasuk pria yang tidak suka shopping.

Samuel Sunanto, Fotografer, RINDU KAMERA MINOS,

Kehadiran produk-produk teknologi dalam kehidupannya, dianggapnya sudah tak asing lagi. Sempat memiliki beberapa produk unggulan lebih awal sebelum tren produk itu sendiri dikenal, Samuel Sunanto mengakui dulunya hobi memiliki barang yang belum pernah dimiliki orang lain. Saya pernah memiliki mikropon kecil dengan tangkapan suara infra merah. Mikropon ini punya jarak sensitif sampai 13 meter. Saya memilikinya jauh sebelum orang tahu alat itu ada. Tak ada kegunaan yang spesifik, hanya senang memilikinya saja, terangnya.

Juga ketika ia menggunakan Discman di saat banyak orang tengah menggunakan walkman, rasa bangganya mengalir menjadi orang satu-satunya yang memiliki produk tersebut. Obsesinya dengan produk-produk inovatif memang terbilang cukup unik. Motor menjadi tabungannya yang sewaktu-waktu bisa dipergunakan untuk mendapatkan produk idamannya. Toh motor bisa digantikan sepeda buat aku keliling, ujarnya.

Hal itu terjadi saat ia mengharapkan kamera mini Minos buatan Jerman. Mungilnya kamera yang tidak lebih besar dari jempol tangan ini dianggap unik bentuknya. Bayangkan kamera sebesar itu punya kemampuan gambar tiga mega pixel, jelasnya. Berusaha mendapatkannya dan akhirnya naas tak memperolehnya, ia mengganggap perjuangannya gagalnya. Padahal orangtua saya selalu mengajarkan ke anak-anaknya tentang potensi diri, yang jika dimaksimalkan akan berhasil mendapatkan yang kita mau, katanya.

Ketika ia masih bersekolah, informasi mengenai teknologi terkini selalu didapatkannya dengan cepat dan mudah. Sebelum saya tahu LD (Laser Disc), teman-teman saya sudah memilikinya lebih dulu di rumah. Bahkan produk lux hi-tech lainnya saya ketahui dari rumah teman-teman. Jika bersama mereka saya terlihat kampungan, di lingkungan teman-teman rumah saya yang biasa-biasa saja, saya seolah orang yang paling tahu tentang produk berteknologi tinggi, kenangnya.

Leave a comment

Category: Pria Dewasa

No Comments

No comments yet.

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Random Life Quotes

Plis Deh So Gaul So Keren community usually refers to a group of people who interact and share certain things as a group. Our articles focuses on human communities, in which intent, belief, resources, preferences, needs, risks and a number of other conditions may be present and common.