Plis Deh So Gaul So Keren: Let Hang Out Begaul Dewasa Aman

TAMPIL BEDA DENGAN FISIK KHAS

Google
 

Writing by on Friday, 23 of June , 2006 at 5:29 am

"Random Healthcare Tutorial from Wikipedia"

chris_crocker.jpg

Keunikan tampilan fisik para pria bertubuh gendut, kurus, berbulu, berkepala botak, gondrong, kekar, dll mengharuskan mereka teliti dalam memilih busana yang sinkron. Namun dengan kemauan mereka membuka diri, meluaskan minat, dan juga menambah pengetahuan tentang fesyen, keunikan fisik mereka seringkali menjadi keunggulan.

Ferry Eryanto, Part & Machinery Division PT. Honda Trading Indonesia, GEMUK BUKAN GENDUT

Bertubuh subur sedari kecil membuatnya akrab dengan julukan-julukan tak sedap tentang fisiknya. Tapi semuanya sudah saya anggap biasa, bahkan saya terima sebagai candaan, ungkapnya. Ketika mereka mengejek saya dengan perkataan gendut, saya malah menimpali, bahwa saya tidak gendut tetapi gemuk, karena besarnya merata di seluruh tubuh. Sedangkan gendut kan cuma sekitar perut, kata kelahiran Yogyakarta, 30 tahun lalu, ini sambil tertawa.

Berkat tubuhnya, diakuinya ia merasa terdukung dalam berkarier. Banyak bertemu dengan orang yang lebih tua dari saya, dengan fisik saya, saya jadi bisa fleksibel. Fisik saya memungkinkan saya tampil lebih dewasa. Pokoknya, masalah ini bisa diatasilah, katanya.

Ia memang pernah merasa harus menurunkan berat badan, namun cara yang dilakukannya tidak serta merta menggunakan gaya ekstrim seperti diet maupun mogok makan. Ada perubahan sih dari 82 menjadi 70 kg. Tapi alangkah tidak pantasnya saya dengan penampilan kurus itu. Mata saya masuk ke dalam dan bentuk pipi saya kempot. Teman-teman pun mempermasalahkan penampilan saya. Itu tak pantas buat saya, kenangnya.

Kini, walaupun tubuhnya sudah berkurang 13 kg dari 93 kg berat tubuh semula, faktornya datang dari kesibukan pekerjaan. Bergerak di bidang pengadaan peralatan suku cadang dan mesin untuk kebutuhan industri Honda di Indonesia, ia juga bertugas sebagai marketing. Sejak saya lulus kuliah, marketing merupakan profesi yang pertama kali saya kenal. Berkali-kali pindah pekerjaan, tetap saja saya memilih bidang itu. Pada dasarnya, saya memang senang bekerja di bawah target, katanya.

Tubuh besarnya membuatnya memilih busana dengan motif kotak-kotak kecil, dan menghindari sama sekali motif garis horizontal. Ia menggunakan baju berukuran 16 ½ dan celana berukuran 36 atau 37. Terlepas dari penampilan kantornya yang berseragam atau baju formal berkemeja, di kesempatan santai ia akan lebih memilih kaus dan jins Levis.

Satu-satunya fesyen yang tak terpaku pada kedua jenis kondisi: formal maupun santai, adalah penggunaan sepatu boot-nya. Ia memiliki ukuran sepatu 44. Rajin berbelanja via internet, Dan Post Boots serta Tony Lama Boots menjadi bagian dari koleksi sepatunya. 

CHRISYE, 28 tahun, Model

Tertarik dengan cowok gemuk? Ya, tergantung. Kalau tingginya masih balance, saya sih enggak ada masalah. Apalagi kalau wajahnya cute. Saya sempat kok naksir cowok yang posturnya cukup gemuk. Tapi kalau melihat cowok yang over weight, saya pasti enggak akan tertarik. Karena yang ada di benak saya, tubuhnya pasti mengandung banyak penyakit. Jadi sudah mati rasa duluan. Ha ha ha.

AYU MADA TIARA, 29 tahun, Account Executive Indonesia Tatler

Jujur saja, kalau melihat cowok yang badannya gemuk, saya sudah ilang feeling duluan. Kayaknya ngeliatnya juga ribet, gerakannya lambat dan nafasnya ngos-ngosan. Saya pernah punya pengalaman ditaksir cowok yang badannya gemuk. Meski profesinya pengacara sukses, tetap saja enggak selera. Saya malah suka cowok yang badannya cenderung kurus. Buat saya cowok seperti itu malah lebih terlihat seksi.

Pangeran M. Rizal, Pemimpin Redaksi Tabloid Human Kapital
ANTARA BULU DAN GAY

Sebelum mengelola tabloid Human Kapital, pria penggemar fotografi ini sempat bekerja di hotel Mulia dan mendirikan Adong Studio. Sukses dengan Adong Studio, ia bekerja di majalah Eksekutif dan majalah Kapital sebagai manajer iklan. Di majalah Eksekutif rangkap kerjaan, karena karyawannya cuma enam orang. Selain menjadi reporter, saya juga fotografer dan mencari iklan, tuturnya.

Dari segi fisik, pria berzodiak Taurus ini berkumis, berjambang alias berewok, dan badannya berbulu. Rizal menceritakan, bulu mulai tumbuh merata di tubuhnya sejak ia kuliah. Proses pertumbuhannya alami, tanpa bantuan obat. Sempat merasa tidak nyaman, Rizal mencukur habis bulu kakinya. Namun bukannya habis, bulu itu malah subur. Bosan mengurus bulu, akhirnya ia biarkan saja bulu itu tumbuh menghiasi tubuhnya yang tegap. Dan di keluarga kami, cuma saya yang berjambang, berkumis, dan berbulu, tambah lulusan Universitas Pancasila, Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen ini.

Sebagian wanita suka pada pria berbulu. Konon pria berbulu terlihat macho dan enak saat berhubungan seks. Pasalnya, bulu bisa menjadi alat perangsang. Namun, hal ini tidak dialami Rizal. Mantan cewek dan istri saya tidak pernah berkomentar seperti itu. Mereka malah mengeluh sakit kalau kena bulu, kata si bungsu dari lima bersaudara ini.

Justru pria-lah yang tertarik pada bulu di tubuhnya. Saya pernah masuk ke perkumpulan gay. Mereka senang kalau saya datang. Tapi ada juga yang tidak senang, takut pasangannya jatuh cinta sama saya. Repotnya, setiap kali ngobrol bersama gay, tangannya selalu gerayangan. Kalau sudah ke tahap ini, saya akan mundur. Mereka tidak tahu, bahwa saya normal, jelas Rizal.

Merawat bulu di tubuhnya, Rizal cukup mencukurnya di salon. Untuk perawatan rambut, pria pecinta jins Levis ini dalam satu bulan selalu meluangkan waktu untuk krimbat. Dulu ia pernah krimbat lima kali dalam satu minggu. Saking senangnya ia mempelajari seluk beluk krimbat di salon, akibatnya ia sempat dijadikan obyek percobaan teman-temannya yang mau membuka salon.

Usai krimbat saya memberikan masukan, kelebihan, kekurangan, dan apa saja yang harus diperbaiki. Dan tidak itu saja. Saya juga bisa menebak lamanya seorang karyawan salon atau spa bekerja, lewat rabaan dan pijatannya, kata Rizal. (Ajo)

PRITA ANGGRAENI, 23 tahun, Mahasiswi Interstudy

Bagi saya, sex appeal pria yang daya tariknya paling kuat terletak pada bulu-bulu yang tumbuh di sekujur tubuhnya. Itu adalah lambang kemachoan seorang pria. Saya pernah punya pengalaman pacaran dengan cowok yang dada dan tangannya berbulu lebat. Jika sedang membelai bulu-bulu itu, rasanya ooohhh. sungguh nikmat sekali. Tapi kalau melihat cowok yang bagian kumisnya lebat, aku malah enggak suka.

DEBBY HERLIANA, 25 tahun, Sekretaris Direksi PT. Investindo Nusantara Sekuritas

Aku paling suka melihat cowok yang badannya penuh bulu. Kesannya seksi dan macho sekali. Tapi bukan berarti, hal ini jadi salah satu kriteriaku dalam mencari pacar. Selama posturnya oke, aku juga senang melihat cowok yang suka memamerkan bulu-bulu di tubuhnya. Misalnya, dengan sengaja membuka kancing kemeja di bagian dadanya. Tapi kalau posturnya enggak oke, kesannya malah kelihatan norak.

Timothy, Pengelola Studio Xpose, BOTAK ITU SIMPEL

Botak lebih keren dibandingkan gondrong dan gaya rambut lainnya, itulah pesan singkat yang mau disampaikan Timothy. Ia memang ingin tampil beda dan tidak mau mengikuti tren, tren David Beckham, gondrong, atau gimbal. Orang yang senang mengikuti tren seperti tidak punya identitas, dalihnya.

Dengan kepala plontos ia juga merasa praktis dan nyaman. Kalau gondrong harus keramas, beli shampo dan pergi ke salon, biaya bertambah, ujar pria Taurus ini. Namun, ia tidak memungkiri, kadang terasa panas bila ia tidak memakai topi. Sementara, untuk perawatan agar tetap botak, ia sengaja mencukur rambutnya dua kali seminggu. Saya mencukur tanpa bantuan teman atau pergi ke salon. Cukup dengan kaca dan alat cukur, semua bisa tuntas, tambah pria yang memiliki tinggi badan 169 cm dan berat 66 kg ini.

Tapi tidak mudah untuk tampil beda. Ia harus siap menerima protes dari sang kekasih dan teman-temannya. Awalnya kekasih saya kaget melihat saya botak. Katanya tidak bagus, saya akan lebih ganteng kalau tidak botak. Tapi, lama-kelamaan ia terbiasa dan membuatnya jadi mainan. Kalau bertemu, ia sering memegang kepala saya sambil tertawa, kata Timothy.

Pria yang suka main tenis ini sudah satu tahun lebih gundul. Sampai sekarang belum ada niatnya memanjangkan rambut kembali. Secara kejiwaan, ia tidak melihat adanya perbedaan antara botak dan tidak botak. Yang jelas saya lebih percaya diri karena beda dari pria lainnya. Cewek sekarang kan suka yang beda, katanya.

Timothy menggemari fotografi sejak duduk dibangku SMA, berlanjut sampai kuliah, dengan mengambil jurusan fotografi di Australia. Sepulang dari sana, ia terjun ke bisnis fotografi dengan membuka studi Xpose. Ambisinya menggeluti bidang ini, sempat ditentang orangtuanya karena dianggap tidak berprospek. Tapi ia menggeluti terus hingga membuahkan hasil, dan orangtuanya akhirnya mendukung.

Dalam berpenampilan pria lajang ini menyesuaikan diri dengan profesinya, yakni tampil kasual. Inilah asiknya orang independen, tidak terikat dengan kebijakan kantor yang formal, alasannya.

Untuk baju ia tidak terikat merek. Yang penting enak dan nyaman dipakai. Walau ada beberapa merek celana yang disenanginya, di antaranya Levis dan Boss. Sedangkan untuk pewangi badan, ia senang memakai Hermes dan Armani karena harumnya yang jantan. Saya memakai Hermes sudah lima tahun lebih, kalau Armani baru belakangan ini, kata pria kelahiran Jakarta, 14 Mei 1974 ini. (Ajo)

OLGA YOUVITA SARI, 24 tahun, Alumni STBA LIA,

Kalau cowok yang kepalanya betul-betul plontos karena ada masalah pada rambutnya, saya enggak suka. Tapi kalau hanya model rambutnya saja yang botak, saya sih fine-fine saja. Kebetulan, pacar saya model rambutnya juga seperti itu. Di mata saya, dia terlihat seksi tuh. Kalau lagi iseng, saya suka sekali membelai-belai kepala pacar saya. Rasanya, enak-enak geli, he he he

FITRIA YUSUF, 22 tahun, Stylish Majalah Dewi

Menurut saya, cowok botak itu enggak ada masalah selama ia bisa menyesuaikan diri dengan penampilannya. Botak itu tetap bisa memberi kesan ganteng dan seksi. Contohnya saja, Bruce Willis. Meski botak, karena gaya dan penampilannya asyik, ia tetap bisa terlihat seksi. Saya sendiri pernah beberapa kali naksir cowok botak. Di mata saya, cowok botak itu memiliki satu daya tarik sendiri .

Gunther A. Fauzy, Sales Manager Metro TV, MESKI KURUS, TETAP PD

Di tubuh jangkung Gunther yang mencapai 181 cm dan berat 70 kg ini mengalir darah Jerman. Ibunya peranakan Jerman dan Banjarmasin, bapaknya berdarah Ambon. Hampir sama dengan istrinya, Wianda Arindita Pusponenegoro, tinggi 169 cm. Ibu dari penyiar Metro TV ini campuran Belanda dengan Jawa Tengah, bapaknya Banten.

Gunther termasuk kurus. Namun, pria kelahiran Rumbai, Pekan Baru, 23 Oktober 1971 ini tidak pernah mengalami masalah termasuk saat berinteraksi dengan perempuan, teman-teman, juga mitra bisnis. Saya tetap percaya diri, tidak ada yang perlu ditakuti. Mungkin sebagian orang tidak percaya diri, tapi jangan samakan saya dengan pria kurus lainnya, ujarnya. Persoalannya cuma satu, yaitu sulit mencari ukuran baju yang cocok untuk badannya yang kurus.

Pria Libra ini menceritakan, bapak, ibu dan saudara-saudaranya semuanya kurus. Dari empat bersaudara, cuma satu yang gemuk yaitu nomor tiga, itu pun tidak terlalu gemuk. Dulu sempat terpikir mau mengkonsumsi obat gemuk, tapi batal, takut ada efek samping, tuturnya.

Sekarang ia bahkan tidak berniat lagi menggemukkan badan. Pasalnya, istrinya juga kurus dan tidak pernah protes atas kekurusannya. Apalagi Gunther memiliki kelebihan, yaitu wajah tampan. Jadi saya enjoy saja, tidak minder. Kurus lebih fleksibel dan gesit. Sementara orang gemuk mudah sakit dibandingkan kurus, ujar pria yang hobi main golf ini.

Di luar pekerjaannya ia senang berpenampilan kasual, memakai kaos dan jins. Gunther tidak terpaku pada merek, yang penting kualitas. Dulu bungsu dari empat bersaudara ini sempat tergila-gila pada merek Timberlain, karena merek ini tahan lama dibandingkan dengan yang lain. Untuk parfum, ia menyukai Hugo Boss. Sementara untuk warna pakaian, ia suka yang terang, di antaranya kuning. Kuning terkesan berani, dan untuk celana netral, katanya.

Gunther tidak pernah menyediakan waktu khusus untuk berbelanja. Ia hanya menyempatkannya setiap kali jalan-jalan. Sementara, hari liburnya selalu ia manfaatkan untuk bercengrama, nonton, atau jalan-jalan bersama keluarga. (Ajo)

MAYA SAKINAH, 26 tahun, Account Executive Prospektif

Aku enggak pernah merasa tertarik dengan cowok yang berperawakan tinggi kurus. Di mataku cowok seperti itu terlihat kurang gagah dan jantan. Aku malah merasa kurang terlindungi kalau punya pacar seperti itu. Yang pasti lagi, bersandar di dada cowok kurus enggak akan jadi satu pengalaman yang mengasyikkan. Yang ada, kita malah merasa enggak nyaman, karena tulang-belulang di dadanya pasti akan terasa.

TRISHI B. SETIAYU, 25 tahun, PR Consultant Image Dynamics

Yang jelas, aku sih enggak anti dengan cowok yang tinggi kurus, asalkan tidak terlalu cungkring banget. Buat aku cowok tinggi itu malah asyik. Kriteria aku dalam mencari pacar memang harus tinggi. Pacarku yang sekarang, tingginya 182 cm dengan berat 70 kg, padahal tinggiku sendiri hanya 156 cm. Enaknya, kalau kami lagi pelukan, dia suka mengangkat aku. Enggak enaknya, kalau lagi kissing kadang-kadang aku harus jinjit karena enggak sampe. He he

Robby Shine, DIGODA TANTE DAN ABG

Pria berdarah India ini mulai fitness tahun 2004. Berat badannya yang semula 63 kg naik menjadi 75 kg. Tujuannya mengikuti fitness adalah untuk membentuk badan biar bagus. Kesenangannya ternyata mengantarkan Robby menjadi juara kedua dalam L-Men Ideal Body Contest. Dan sebagai pria ideal versi L-Men, Robby kini menjadi idaman wanita. Tubuhnya yang penuh otot dan six pack yang terbentuk di perutnya menggoda kaum Hawa.

Sejak tahap seleksi, anak pertama dari pasangan Biat Singh dan Jaswinder Kaur ini tidak menyangka akan menjadi salah seorang pemenang. Dari 250 peserta, hanya dua yang berhasil lulus seleksi mewakili kota Medan, saya dan teman pergi ke Jakarta, ujarnya.

Berbekal latihan dan keyakinan ia pun berhasil meraih juara kedua di tingkat nasional, mengalahkan 12 finalis yang datang dari berbagai daerah. Saya kira pria L-Men Ideal Body Contest harus memiliki badan yang besar seperti binaragawan, ternyata tidak. Yang dinilai di L-Men Ideal Body Contest, pertama keindahan tubuh, kedua intelektual, ketiga kemampuan cat walk, dan keempat ketampanan, tambahnya.

Sebagai pemenang L-Men Ideal Body Contest, mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Islam Sumatera Utara, ini harus siap menerima godaan tante-tante. Setiap kali mengikuti fashion show diharuskan buka baju, ibu-ibu sangat antusias melihat, malah ada yang berteriak dan memegang-megang, kisahnya. Dan tidak itu saja. Ia juga pernah ditelepon tante-tante dan gadis ABG. Tapi semuanya ditanggapinya dengan sopan. Saya tidak mau macam-macam, sekarang masih memikirkan karier, tutur pria lajang asal Medan ini.

Tidak sulit membentuk badan indah, yang penting rajin latihan. Begitu juga membentuk six packs, cukup sit up 15 menit dalam satu hari. Inilah salah satu yang dilakukan Robby.

Ada enam hal yang perlu diperhatikan dalam membentuk badan agar menjadi bagus. Pertama mengurangi makanan berkolesterol, minyak dan garam; kedua, tidur teratur minimal delapan jam sehari; ketiga, tidak mengkonsumsi minuman beralkohol termasuk merokok; keempat, makan vitamin; kelima, latihan, maksimal lima kali dalam satu minggu, setiap pagi dan sore minimal 45 menit atau satu jam. Dan jangan pernah lupa istirahat. Kebanyakan latihan juga tidak bagus untuk badan, kata pria kelahiran Lubuk Pakam, Sumatera Utara, 8 Juli 1983 ini.

Robby menuturkan, kegemarannya terhadap fitness didukung keluarganya yang kebetulan menyediakan alat-alat fitness di rumah. Sukses di L-Men Ideal Body Contest, kini Robby bergabung dengan Look Model. Saya juga mau menjadi model yang terkenal, harapnya.

Leave a comment

Category: Pria Dewasa

No Comments

No comments yet.

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Random Life Quotes

Plis Deh So Gaul So Keren community usually refers to a group of people who interact and share certain things as a group. Our articles focuses on human communities, in which intent, belief, resources, preferences, needs, risks and a number of other conditions may be present and common.