Suami yang Bad Mood
Writing by on Friday, 23 of June , 2006 at 12:07 pm
"Random Healthcare Tutorial from Wikipedia"

Saya baru menikah selama 9 bulan. Memang terlalu dini untuk mengeluh tentang perkawinan saya. Tapi saya butuh menceritakan masalah saya ini dengan orang yang saya rasa tepat.
Suami saya mempunyai kebiasaan buruk yang suka mudah bad mood. Dan saya sebenarnya sudah mengetahui ini sebelum menikah dan saya berpikir saya bisa menanganinya.
Tapi permasalahannya sekarang ini dengan kondisi pekerjaan dia yang stres dan kondisi badan dia yang selalu mengeluh sangat capai pulang kerja, ia mudah sekali bad mood. Dan yang saya sesalkan dari dia, kalau sudah bad mood mudah sekali dia berbicara kasar (walaupun tidak ada kata yang kasar dalam pengertian negatif). Tetapi dari perkataan yang dia lontarkan cenderung ketus dan menusuk hati.
Dari sisi lain dia laki-laki yang baik, setia dan bertanggung jawab. Belakangan ini memang ada masalah finansial dari pihak orang tua saya, dan kami berdua sedang membantu. Karena kami menggunakan uang yang sebenarnya sudah dia kumpulkan sebelum menikah, dia cenderung hati-hati. Tetapi karena hati-hati dan dicampur dengan tingkat stres yang tinggi terhadap pekerjaan, dia mudah sekali marah dan tersinggung, sehingga terlihat oleh saya dia membantu keluarga saya dengan setengah hati.
Di samping itu, frekuensi sex life kita berdua tidak lancar. Sejak sebulan setelah menikah, sepertinya hanya 3-4 kali dalam sebulan. Saya pikir itu tidak wajar, berhubung kita pengantin baru. Tapi saya tidak mempermasalahkannya, karena saya tahu dia saya sibuk dan capai setelah pulang bekerja.
Sekarang dia aktif fitness setelah pulang kerja. Dan saya pikir ia menjadi lebih sehat, tetapi ternyata sama saja sering mengeluh capai terus, padahal dari segi makanan dan gizi saya sudah cukup perhatikan karena selalu makan lima sehat enam sempurna setiap harinya.
Saya sudah pernah coba menggoda dia, karena saya mau berseks dengan dia. Tetapi yang saya terima sering penolakan, jadi saya stop untuk memulai lebih dahulu karena trauma ditolak.
Dan yang parahnya setelah belakangan ini kami ada konflik, dia menuduh saya menceritakan masalah kami dengan teman-teman saya karena dia sering melihat saya ngobrol atau bermain sms dengan teman saya.
Sebenarnya saya hanya cooling down perasaan saya dengan mengobrol dengan teman atau mencoba say hello kepada teman-teman saya. Setiap habis konflik saya coba meredam dan berbaikan dengan dia. Untuk sementara waktu kita bisa berbaikan lagi. Dan sampai kalau saya cerita sesuatu dan dia tidak mengerti maksud saya, dia langsung marah atau bad mood dan bicara kasar lagi kepada saya.
Saya hanya capai dengan kelakuannya yang selalu coba membuat saya sedih dengan mudah marah atau bad mood disertai kata-kata yang menyakitkan hati. Mungkin kalau sekilas melihat penampilan fisik kita berdua dari luar, saya mungkin lebih terlihat keras kepala. Kadang-kadang saya tahu saya berbuat salah, tapi kalau saya marah saya coba meredam diri saya dengan tidak berbicara kasar dengan dia.
Tahun depan kami akan pindah keluar negri. Yang saya takutkan adalah kondisi saya yang tidak punya teman yang bisa sharing dengan permasalahan saya.
Oh iya Mbak Lily apakah ada tempat praktek yang bisa langsung berkomunikasi?
Saya pikir dengan langsung berkomunikasi dengan Mbak Lily bisa mempermudah saya untuk lebih jelas menceritakan permasalahan saya. Terima kasih.
DS
Jawaban:
Mbak Dwi Shanti yang baik,
Masa pacaran kalian berapa lama, sehingga Anda merasa surprise akan sikapnya?
Karena setelah satu tahun biasanya sifat aslinya akan keluar. Nah siapkah Anda?
Ngobrol atau sharing atau sms dengan teman bukanlah jalan keluar, karena akan menimbulkan masalah baru seperti yang sedang terjadi sekarang, kan?
Jadi pelecehan dalam rumah tangga bukan hanya secara fisik saja tetapi dengan kata-kata pun bisa menjadi pelecehan. Saya tidak menekankan ke arah pelecehan atau penekanan mental, tetapi sebaiknya segala sesuatunya dikomunikasikan dengan baik.
Pertama-tama Anda harus mencari kesibukan yang positif walaupun di rumah. Kembangkan potensi yang Anda miliki dengan berkarya di rumah. Kemudian angkat ke permukaan semua yang Anda keluhkan dan sampaikan dengan kasih dan bijaksana pada suami pada saat saat yang senggang. Pasti Anda memiliki waktu santai dengan suami untuk diajak bicara.
Anda sudah baik dapat melihat sisi positif suami, pertahankan hal itu. Katakan keluhan anda secara bertahap dan jangan lupa dengarkan juga keluhan dia tehadap Anda. Jangan diberondong dengan segudang pertanyaan saat dia baru pulang bekerja dan masih capek. Anda lebih tahu untuk mencari waktu yang tepat.
Leave a comment
Category: Wanita Dewasa
- Add this post to
- Del.icio.us -
- Meneame -
- Digg
No comments yet.
You must be logged in to post a comment.