
Pertanyaan: Saya adalah ibu dari dua orang putri yang usianya masih balita. Saya menikah dengan suami dengan predikat duda cerai tanpa anak. Terus terang Bu, di awal pernikahan kami memang ada hambatan dengan teror dari mantan istrinya dahulu. Tetapi karena suami saya selalu membesarkan hati dengan berkata tidak usah digubris, yah akhirnya pernikahan kita adem ayem saja.
Yang mau saya tanyakan, bagaimana cara membuat suami untuk berlaku jujur pada kita, sementara saya pernah melihat di HP suami saya ada sms dari cewek lain yang saya tidak kenal, tapi suami berkata tidak jujur, alias menyembunyikan siapa yang mengirim sms tersebut.
Nah, baru-baru ini ada sms yang tidak saya kenal lagi masuk ke HP suami saya tapi disimpan di folder lain yang kira2 saya tidak bisa membacanya. Tapi namanya bau tidak bisa ditutupi ya, Bu? Aku menemukan lagi ucapan selamat ultah dari seseorang untuk suami saya.
Patutkah saya curiga? Dan saya mengasumsikan ucapan ultah itu dari mantannya.
Kenapa saya berpikiran seperti itu? Karena saya tahu nama mantannya, dan di HP disimpan nomornya dengan nama di baca terbalik dari belakang.
Bagaimana menurut Ibu, saya harus bertindak? Apakah saya patut cemburu?
Terimakasih atas jawaban Ibu.
Tuty Sugiarti
Kelapa Gading Barat
Jawaban:
Mbak Tuty yang baik,
Tentunya sebuah hubungan yang baik harus dibangun atas dasar keterbukaan dan kejujuran dan adanya rasa saling percaya dan mencintai. Apalagi sebuah hubungan pernikahan.
Mungkin tidak ada salahnya Anda mencari tahu dulu keadaan sebenarnya bisa melalui teman dekatnya, keluarga, mencari tahu sendiri, atau bisa juga berdiskusi dengan suami (dalam keadaan yang tenang dan tidak diketahui anak-anak), tentang keadaan sebenarnya dengan risiko Anda mau menanggung hal yang akan dihadapi (bisa beradu pendapat, tersinggung ,dll).
Tanamkan bahwa tujuan Anda adalah untuk memperbaiki hubungan, dengan iktikad baik dan tulus untuk saling terbuka. Apapun yang terjadi nantinya tetaplah berpikir positif dan bertindak positif.; jika nantinya apa yang suami Anda ucapkan tidak terbukti dengan benar (berbohong).
Jika Anda ingin mengambil keputusan besar nantinya buatlah atas dasar pertimbangan yang matang, resiko jangka pendek dan panjang dengan melihat faktor keluarga, anak-anak, dan aspek-aspek terkait lainnya dan bukan berdasarkan emosi sesaat belaka.
Berikan kesempatan terakhir pada suami Anda dengan diberi batasan waktu tentunya. Dan berdamailah dulu. Bicarakan hal ini baik-baik, lihat sisi positifnya hubungan Anda berdua selama ini, jadi bukan melihat sisi jeleknya saja, karena dengan hubungan yang sudah berjalan selama ini berarti pasti ada sisi positif dari suami di balik segala kekurangannya.
Buatlah satu komitmen bersama jika nantinya Anda dan suami ingin melanjutkan hubungan rumahtangga. Tetap berdoa dan selalu meminta ridho dan lindungan dari Allah Yang Maha Kuasa.