Plis Deh So Gaul So Keren: Let Hang Out Begaul Dewasa Aman

Asyiknya Mendulang Uang di Rumah

Google
 

Writing by on Thursday, 22 of June , 2006 at 10:31 am

"Random Healthcare Tutorial from Wikipedia"

cute-2.jpg

KEMAJUAN teknologi memungkinkan apa yang tadinya mustahil menjadi mungkin. Dulu banyak perempuan “terpaksa” menjalani profesi ibu rumah tangga karena tidak punya pilihan lain. Keinginan mereka untuk bekerja cukup besar, tapi pertimbangan anak yang tak bisa ditinggal membuat mereka pasrah pada keadaan. Kini, berkat teknologi semua bisa disiasati. Sambil mengasuh anak dan mengurus rumah, perempuan bisa bekerja di rumah.

TENGOK saja penulis Sri Anggani Ariesita (41) yang sejak lama telah memanfaatkan teknologi komputer dan internet di rumahnya. Ita, demikian ia biasa dipanggil, kini tak perlu bersusah payah pergi ke kantor pos atau ke redaksi-redaksi surat kabar dan majalah untuk mengirimkan naskah tulisannya. Untuk mencari berbagai informasi tambahan bagi bahan tulisannya, ibu dua anak ini juga tak perlu terlalu sering pergi ke bursa buku murah di Cikapundung Bandung. Cukup meng-klik berbagai situs di komputer pribadinya, maka muncul ratusan informasi yang diperlukan.

Jasa komputer juga semakin dirasakan oleh para ibu rumah tangga yang ingin berbisnis, tetapi tidak ingin terlalu sering beranjak dari rumah. Dengan membuat sebuah situs atau website di internet, mereka sudah bisa mempromosikan produknya lengkap dengan gambar-gambarnya.

Seperti yang dilakukan Nuning, yang mempromosikan produk-produk rotan melalui internet. “Lumayan, saya bisa menjajakan barang dagangan sambil mengawasi anak di rumah. Hasilnya cukuplah untuk menambah penghasilan suami,” kata wanita yang meminta namanya disamarkan ini.

Nuning hanya perlu keluar rumah sewaktu-waktu saat ia memantau produk dagangannya. “Untuk memasarkan produk itu, apalagi kepada orang asing, kualitasnya harus prima,” ujarnya.

**

REVAN Reginal (29), seorang supervisor teknologi informasi yang bekerja di lembaga kursus bahasa Inggris EEP Bandung, sering menjadi tumpuan bertanya para ibu rumah tangga yang ingin berbisnis lewat jasa internet.

“Aku mau menjual tas buatanku, gimana ya cara memasukkan profil barangku ke internet biar dilihat orang?” begitu tanya seorang ibu sambil menunggu anaknya kursus bahasa Inggris.

Pemanfaatan teknologi komputer dan internet dewasa ini memang semakin membudaya di kalangan masyarakat, tak terkecuali para ibu rumah tangga. Namun di kalangan para ibu rumah tangga ini pemakaian program komputer masih terbatas. Mereka baru memanfaatkan program-program yang relatif mudah, seperti internet browser, atau fasilitas yang ada di microsoft windows. Pemanfaatan komputer untuk berbisnis di kalangan ibu rumah tangga memang belum secanggih yang dilakukan Anne Ahira. Apa yang dilakukan perempuan muda yang beberapa waktu lalu mengejutkan dunia komputer dengan kemampuannya berbisnis di dunia maya ini,Pemanfaatan komputer untuk berbisnis di kalangan ibu rumah tangga memang belum secanggih yang dilakukan Anne Ahira. Apa yang dilakukan perempuan muda yang beberapa waktu lalu mengejutkan dunia komputer dengan kemampuannya berbisnis di dunia maya ini,masih sulit dimengerti awam. Anne Ahira adalah internet marketer atau menjual metodologi pemasaran menggunakan internet. “Lagi pula, jika ingin bekerja di rumah dengan pertimbangan agar bisa meluangkan waktu untuk keluarga, kegiatan transaksi seperti Anne Ahira akan menjadi profesi. Seorang profesional harus full memberikan waktunya pada pekerjaan. Hal ini tak bisa dilakukan oleh ibu rumah tangga yang hanya ingin bekerja untuk mendapat penghasilan sampingan,” ungkap Revan.

Pemanfaatan komputer untuk berbisnis di kalangan ibu rumah tangga memang belum secanggih yang dilakukan Anne Ahira. Apa yang dilakukan perempuan muda yang beberapa waktu lalu mengejutkan dunia komputer dengan kemampuannya berbisnis di dunia maya ini,masih sulit dimengerti awam. Anne Ahira adalah internet atau menjual metodologi pemasaran menggunakan internet. “Lagi pula, jika ingin bekerja di rumah dengan pertimbangan agar bisa meluangkan waktu untuk keluarga, kegiatan transaksi seperti Anne Ahira akan menjadi profesi. Seorang profesional harus memberikan waktunya pada pekerjaan. Hal ini tak bisa dilakukan oleh ibu rumah tangga yang hanya ingin bekerja untuk mendapat penghasilan sampingan,” ungkap Revan.

**

BEBERAPA jenis pekerjaan yang bisa dilakukan dari rumah dengan memanfaatkan teknologi komputer dan internet di antaranya menjadi penulis, jasa konsultan (bisa pendidikan atau masalah rumah tangga), pialang pasar bursa, jual beli berbagai jenis barang, dan sebagainya.

Pakar komputer Dwiwahju Sasongko, yang juga Dekan Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) menjelaskan, para ahli komputer sejak dahulu sudah memikirkan tentang flexible working hours, orang bisa bekerja tanpa melihat jam lagi. Pemikiran itu sudah ada saat Song, demikian Dwiwahju biasa dipanggil, bekerja di perusahaan komputer raksasa IBM pada tahun 1976 hingga 1980.

“Dengan kecanggihan teknologi, kita bisa bekerja di mana saja. Dari rumah misalnya untuk para ibu rumah tangga. Namun apakah benar kita sudah siap dengan ini?” tanyanya.

Menurut Song, memilih bekerja di rumah berarti harus siap menyikapinya juga secara profesional. Karena tentu saja suasana rumah akan berbeda dengan suasana kantor. Song menggambarkan betapa gangguan lebih mudah didapati di lingkungan rumah bagi para ibu rumah tangga yang memutuskan bekerja di rumah.

Banyak gangguan jika para ibu ini tidak disiplin. “Walaupun bekerja di rumah, kita harus bisa berdisiplin dan mengatasi gangguan, misalnya televisi. Jangan pas ada film bagus, kita bilang, “Nonton dulu ah“. Nah sikap inilah yang harus benar-benar kita persiapkan agar bekerja di rumah menjadi efektif,” katanya.

Agar efektif, beberapa ibu menyiasatinya dengan mencari waktu di antara kesibukannya bekerja sebagai ibu rumah tangga.

Ita, misalnya, mengatakan baru bisa mengetik tenang jika kedua anaknya sudah pergi ke sekolah. “Tapi begitu mereka pulang. Buyar deh konsentrasi, nggak bisa menulis lagi,” ujar Ita yang cerpennya banyak dimuat di majalah-majalah perempuan ibu kota ini.

Song yang pernah menjadi Ketua PIKSI (Pusat Ilmu Komputer dan Sistem Informasi) ITB menyarankan agar bersikap ekstra hati-hati dalam bisnis melalui internet.

“Semakin canggih suatu teknologi, semakin tinggi pula risikonya,” ujar Song. Menurut dia, kriminalisasi dunia maya semakin hebat. Sangat besar kemungkinan tertipu. Tidak semua situs atau tampilan di komputer benar. Ada juga penipu yang menampilkan situs yang meyakinkan. Untuk bisnis di Indonesia, Song menganjurkan agar para ibu tidak sembarang memberitahu nomor kartu kredit atau debitnya melalui jalur komputer on line.

Sebuah skandal besar pernah terjadi di Indonesia. Dengan meniru situs sebuah bank besar dan menambahkan huruf C pada kata klik (menjadi klick), ribuan orang tertipu situs tersebut.

“Itulah sulitnya kita di Indonesia. Teknologi cepat, tapi tidak dikuti dengan hukum yang cepat juga. Kemungkinan melacak penipuan, bisa saja. Misalnya memakai alamat IP (indentity password). Namun itu butuh waktu lama,” kata Song.

Walaupun menyambut baik semangat ibu-ibu yang bekerja di rumah ini, Song mengingatkan untuk memperhatikan benar cara pembayarannya. Untuk jasa konsultasi misalnya, sebaiknya para ibu meminta pembayaran uang les dilakukan langsung atau melalui jasa bank.

“Entahlah mungkin saya paranoid ya, atau memang karena uangnya tidak banyak, jadi saya berhati-hati ,” katanya. Song meski ahli komputer belum berani bertransaksi melalui komputer.

Sedangkan Revan memberikan alternatif lain, menganjurkan para ibu menggunakan jasa e-banking dalam melakukan transaksi bisnis melalui komputer.

Keasyikan mendulang uang dari rumah ini juga harus dilakukan dengan bijak. “Jangan sampai karena semua sudah bisa dilakukan dari rumah, termasuk belanja lewat internet, para ibu melupakan sosialisasi dengan lingkungan,” tutur Song. (Uci Anwar)***

Leave a comment

Category: Wanita Dewasa

No Comments

No comments yet.

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Random Life Quotes

Plis Deh So Gaul So Keren community usually refers to a group of people who interact and share certain things as a group. Our articles focuses on human communities, in which intent, belief, resources, preferences, needs, risks and a number of other conditions may be present and common.