Apakah Saya Bos yang Oke?
Writing by on Thursday, 22 of June , 2006 at 10:39 am
"Random Healthcare Tutorial from Wikipedia"
SEJAK Yuni diangkat menjadi manajer marketing, ada yang berbeda pada dirinya. “Sok jaim (jaga imej), kerjanya nyuruh-nyuruh aja“. Demikian bisik-bisik yang beredar di antara bawahannya. Biarpun pelan. bisik-bisik itu sampai juga ke telinga Yuni dan membuat mukanya merah padam, campuran malu, kesal, dan marah. “Lo, sebagai pimpinan kita kan memang harus berwibawa. Lagipula memang tugas saya membuat instruksi,” kata Yuni.
Tampaknya Yuni belum paham betul bagaimana menjadi seorang pemimpin yang disegani. Ingin disegani anak buah, bukan berarti harus sok wibawa.
“Salah satunya justru harus bersikap ramah,” ujar Pimpinan Lembaga Pendidikan dan pelatihan Ariyanti Bandung, Dewi Irawati S. Pong Permadi.
Dewi mengatakan, setidaknya ada 5 sifat umum yang harus dimiliki seorang bos, yaitu adil (tidak membedakan bawahan yang satu dengan lain), suka melindungi, berinisiatif, memunyai daya tarik dan percaya diri. Lalu masih ada lagi sifat-sifat khusus kepemimpinan yang sesuai dengan kepribadian seseorang, yaitu ramah, cerdas, berpikir logis, sabar, ulet, mudah mengambil keputusan dan jujur.
Di dunia kerja, ada banyak sebab seseorang memperoleh jabatan sebagai pemimpin. Pertama, karena warisan. Ia mendapat warisan jabatan sebagai bos karena orang tuanya yang pemilik sekaligus pemimpin terdahulu. Kedua, seseorang mendapatkan jabatan karena memiliki kelebihan atau keahlian lebih dari orang lain. Ketiga, pemimpin karena pengangkatan. Ini biasa terjadi di instansi pemerintahan, perusahaan, atau lembaga. Pemimpin seperti ini disebut pemimpin formal karena diangkat melalui surat keputusan. Keempat, menjadi pimpinan karena dipilih dan dikehendaki oleh para pengikutnya. Kelima, menjadi pemimpin secara kebetulan. Kebetulan karena ada tempat yang kosong atau vakum misalnya.
“Pemimpin mana yang akan menjadi pemimpin terbaik? Tentunya pemimpin yang dipilih dan dikehendaki oleh pemilihnya, berdasarkan kualitas, kelebihan, dan kemampuan yang dimiliki oleh yang bersangkutan,” tutur Dewi.
Apa pun sebabnya, ketika Anda sudah menduduki kursi sebagai pemimpin, ada beberapa hal yang harus diingat agar Anda jadi pemimpin yang disegani sekaligus disayangi oleh anak buah.
Yang paling utama, kita harus mengetahui ada perbedaan yang mendasar antara menjadi “bos” dan pemimpin. Kepada karyawannya, seorang bos akan berkata “Kerjakan cepat!” Sedangkan seorang pemimpin berkata, “Ayo kita bekerja.”
Ada enam tipe kepemimpinan, yaitu kepemimpinan otokratik, militeristik, paternalistik, kharismatik, laissez faire, dan demokratik. Dari enam gaya kepemimpinan tersebut, yang paling oke untuk diterapkan adalah tipe terakhir yaitu kepemimpinan yang demokratik.
Untuk mencapai gaya kepemimpinan tersebut beberapa hal yang harus diperhatikan.
- Jadikan diri Anda dihormati dan disegani, bukan ditakuti.
- Menumbuhkan dan mengembangkan daya inovasi dan kreativitas bawahan.
- Mau mendengar pendapat, saran, bahkan kritik dari orang lain.
- Cepat menunjukkan penghargaan kepada para bawahan yang berprestasi tinggi.
- Membina serta mentransfer ilmu dan pengetahuan kepada bawahan.
- Membangun semangat dan gairah kerja para bawahan.
Jika enam poin di atas bisa dilaksanakan, selain bisa memajukan perusahaan atau bagian yang yang Anda pimpin, niscaya Anda tidak saja disayang oleh atasan Anda, juga dicintai oleh bawahan Anda. Suasana kerja yang kondusif merupakan bonus tambahan bagi Anda, sang pemimpin yang bijak.(Uci)***
Leave a comment
Category: Wanita Dewasa
- Add this post to
- Del.icio.us -
- Meneame -
- Digg
No comments yet.
You must be logged in to post a comment.