Lho kok bisa? Adakah hubungan antara cermin dan seks? Cermin kan selalu diidentik erat kaitannya dengan urusan mempersolek diri. Memang sih, kalau dilihat dari fungsinya keduanya memang tampak tidak nyambung. Padahal, kalau Anda mau percaya, sekarang ini sisi fungsionil cermin sendiri kini sudah mulai sedikit bergeser.
Setidaknya itulah yang dikatakan oleh pakar seksologi, David Strovny. Kegunaan cermin bukan lagi sekadar untuk mematut-matut diri, tapi bisa juga dijadikan sebagai di setiap sudut strategis ruang pribadi Anda. Menurut Strovny, melalui cermin setiap pasangan bisa melihat dirinya sendiri yang tengah bercinta.
Konon, dengan memandangi diri ini yang tengah bermesraan, gairah pun makin bergelora. Cuma itu? Tentu saja tidak. Masih ada lagi beberapa sensasi kenikmatan yang bisa didapat melalui cermin, berikut ini. Saat menanggalkan busana pasangan Anda secara perlahan-lahan, kenapa tidak melakukannya di depan cermin? Jangan lupa untuk menyertakan kalimat-kalimat rayuan, seraya melihat ekspresi wajah Anda dan si dia. Wow pasti menyenangkan.Cermin juga bisa menjadi media pembantu dalam melontarkan pujian. Caranya Bercerminlah sesaat sebelum Anda berdua mulai melakukan hubungan intim. Berikan pujian terhadap tubuhnya, wajahnya atau apapun dari diri pasangan Anda yang Anda anggap cukup menarik dan asyik untuk dinikmatiletak yang paling strategis untuk meletakkan cermin-cermin penuh gairah tersebut adalah di kamar mandi, ruang ganti pakaian dan di langit-langit kamar Anda.