Info Selaput Darah
Writing by on Thursday, 8 of June , 2006 at 9:03 pm
"Random Healthcare Tutorial from Wikipedia"

Sebagai perempuan, kita tentunya telah sering mendengar istilah selaput dara. Sayangnya pengetahuan kita tentang hal itu, sangat terbatas. Bahkan cenderung berhubungan dengan mitos. Agar tidak terjebak dalam pemahaman yang keliru, pahami informasi yang kami sajikan di sini.
Selaput dara adalah
Lipatan selaput lendir yang terletak di tengah liang vagina (Introitus vagina). Selaput dara biasa juga disebut hymen. Posisinya adalah 1 – 2 cm dari bibir luar vagina, dan bentuknya bulat mengikuti bentuk liang vagina. Namun, ada juga selaput dara yang memiliki bentuk unik, antara lain; bulan sabit (semilunar) dan selaput dara yang memiliki pemisah.
Apa saja yang bisa menyebabkan robeknya selaput dara?
Sekalipun hanya berupa lapisan lendir, selaput darah sangat elastis dan tidak mudah rusak. Kecuali terjadi; hubungan seksual, tindakan medis yang dilakukan pada liang vagina, gangguan penyakit pada saluran vagina, atau kecelakaan berat yang mempengaruhi organ vital perempuan.
Apakah selaput dara identik dengan keperawanan?
Salah satu faktor penyebab kerusakan selaput dara adalah hubungan seksual, dan menurut pandangan sosiologis seorang perempuan adalah perawan jika belum melakukan hubungan seksual. Kedua kondisi inilah yang kemudian selalu dihubung-hubungkan. Isyu keperawanan yang berhubungan dengan selaput dara ini, juga menyangkut perdarahan yang terjadi ketika selaput dara koyak. Peristiwa ini kemudian menjadi tanda keperawanan seorang perempuan, bahwa ia perawan jika pada hubungan seksual pertamanya terjadi perdarahan.
Apakah selaput dara HARUS mengeluarkan darah saat malam pertama?
Tentu saja tidak. Selaput dara selain merupakan membran yang lembut, ia juga bersifat fleksibel. Sehingga pada saat terjadi hubungan seksual untuk pertama kalinya, mungkin saja selaput dara ini melentur sehingga tidak terjadi perdarahan. Pada beberapa kasus bahkan ditemukan wanita yang sejak lahir memang tidak memiliki selaput dara serta banyak juga wanita yang ternyata memiliki lapisan selaput dara yang sangat tipis. Sehingga tidak mungkin mengeluarkan darah pada saat pertama kali melakukan hubungan seksual. Selain itu, fakta medis menyatakan selaput dara hanya memiliki sedikit pembuluh darah. Bahkan semakin tipis selaput darah, semakin sedikit pembuluh darah yang ada, dan menyebabkan perdarahan yang terjadi sangat minim.
So tak perlu lagi terbebani info tak benar tentang selaput dara. Asalkan jenis kegiatan fisik yang dijalani tidak ekstrim, dan menyebabkan benturan fisik yang fatal. Jaga diri kita baik-baik, dan selamat beraktivitas.
Leave a comment
Category: Remaja ABG, Wanita Dewasa
- Add this post to
- Del.icio.us -
- Meneame -
- Digg
No comments yet.
You must be logged in to post a comment.