Plis Deh So Gaul So Keren: Let Hang Out Begaul Dewasa Aman

Perjanjian Pra-Nikah Gaya Baru ala China

Google
 

Writing by on Tuesday, 23 of May , 2006 at 7:58 pm

"Random Healthcare Tutorial from Wikipedia"

46513ti0.jpg 

Seks secara bertahap telah berubah menjadi topik yang tidak lagi tabu di China, hal ini tampak dalam perubahan utama perilaku masyarakatnya terhadap seks. Kini semakin banyak warga di China yang memilih bentuk hubungan yang mereka sebut “hidup pisah bersama” ( living apart together) yaitu sebuah hubungan pernikahan dengan perjanjian sebelumnya. Isi perjanjiannya adalah untuk sepakat berpisah jika pasangan menginginkannya dan jika pasangan terlalu mengontrol perilaku seksual mereka.
 

Han Lin, seorang wanita yang sudah menikah, memiliki “perjanjian seks” dengan suaminya sebelum mereka menikah, yaitu saat mereka masih hidup bersama. Perjanjian tersebut mengatakan, keduanya tidak diharuskan berhubungan seks satu sama lain dan bila salah satu menolak, pasangannya tidak berhak memaksa. Keduanya bebas untuk mencari pasangan baru, lalu jika mereka melakukan hubungan seks dengan pasangan baru ini dan ingin hidup dengan orang tersebut, maka otomatis mereka akan mengakhiri hidup bersama.

“Pernikahan kami tidak mengakhiri perjanjian ini”, kata Han. Ia juga menambahkan bahwa sejumlah pasangan, menikah atau hidup bersama, juga memiliki perjanjian yang sama.

Menurut para akademisi, sejak China mulai membuka diri kepada dunia pada akhir 1970-an dan awal 1980-an, seks bergeser menjadi topik yang tidak lagi tabu. Sebelum akhir tahun 1970-an dan khususnya selama revolusi budaya (1966-1976), anak-anak muda hanya bisa menunjukkan keintimannya dengan pacar di depan publik lewat pegangan tangan. Pada masa itu, pria dan wanita yang terlibat dalam skandal seks disebut sebagai orang tercela.

Mereka yang melakukan hubungan seks di luar nikah beresiko dipecat dari pekerjaannya jika skandal mereka ketahuan publik. Rumah sakit pada masa itu juga tidak memiliki klinik untuk mengatasi masalah seksual atau mengobati penyakit seksual. Pelukan antara pria dan wanita dalam tayangan film asing hanyalah segelintir dari gambar-gambar “seksi” yang bisa dilihat masyarakat China. Selama revolusi budaya, tidak ada media massa yang merujuk kepada seks sehingga warganya kehilangan akses pada pengetahuan seksual.

Peraturan baru

Di tahun 1980, ada dua tonggak penting yang mendorong perubahan perilaku dalam hal seks. Salah satunya adalah penyebaran undang-undang perkawinan yang baru. Menurut undang-undang, perceraian diijinkan dalam dua kasus : pertama, jika perasaan saling pengertian sudah tidak ada lagi dan kedua, ketika upaya mediasi gagal. Dengan munculnya peraturan yang baru ini, banyak orang yang mulai menikmati kebebebasan untuk bercerai dan saling pengertian (termasuk dalam seks), mempertimbangkan dua hal itu sebagai faktor penting dalam pernikahan.

Peristiwa penting yang kedua pada tahun 1980 adalah China mulai menerapkan “perencanaan keluarga dan satu anak” sebagai peraturan. Akibatnya, seks untuk tujuan reproduksi menjadi tidak penting, tujuan orang melakukan hubungan seksual berubah untuk tujuan “rekreasi”. Menurut Profesor Pan Shuiming, ahli seksologi di Universitas Renmin, China, di bawah peraturan perencanaan keluarga, kontrasepsi dan aborsi berkembang sebagai sesuatu hal yang sah dan semakin banyak pasangan yang mencari kebahagiaan lewat kegiatan seksual.

Li Yinhe, ahli seksologi dan peneliti di Chinese Academy bidang ilmu sosial, menjelaskan bahwa pemisahan seks untuk tujuan reproduksi telah membawa perubahan sikap dalam hal seks. Li melihat kini semakin banyak wanita yang mengakui kalau mereka menikmati persamaan hak dalam seks yang setara dengan kaum pria. eperawanan kini bukan lagi hal yang dipertimbangkan para gadis-gadis. Di saat yang sama, negara mulai melonggarkan kontrol atas seks, cinta dan pernikahan.

Sesuai dengan Peraturan Provinsi tentang Pencatatan Pernikahan, yang disebarkan oleh menteri kerakyatan di tahun 2003, ijin dari kantor atau lingkungan tetangga tidak lagi diperlukan dalam proses perceraian, dan pengujian medis sebelum menikah tidak diwajibkan.

Survei yang dilakukan pada para mahasiswa tahun lalu menemukan bahwa 62 persen menyatakan seks pra-nikah bisa diterima asalkan terjadi di antara dua orang yang saling mencintai, 85 persen enyatakan tidak ada kewajiban dari pasangan untuk menikah jika mereka memang tidak menginginkannya, 60 persen bisa menerima homoseksualitas, sedang 62 persen menganggap kewajiban pada keperawanan membatasi hak manusia.

Para ahli berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi telah mendorong perubahan sikap seksual masyarakat. Jika masyarakat masih berjuang untuk hidup, tidak mungkin mereka menaruh perhatian besar dalam seks. Saat ini seks telah menjadi suatu hal yang wajar bagi kehidupan masyarakat di China. Ciuman menggebu yang dilakukan di jalan kini tidak hanya bisa dilihat di TV tetapi sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Pria tidak lagi ditampar jika menyebut seorang wanita “seksi”. (femalefirst.co.uk/An)

Leave a comment

Category: Wanita Dewasa

No Comments

No comments yet.

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Random Life Quotes

Plis Deh So Gaul So Keren community usually refers to a group of people who interact and share certain things as a group. Our articles focuses on human communities, in which intent, belief, resources, preferences, needs, risks and a number of other conditions may be present and common.