Mengapa Saya Enggan berhubungan Seks?
Writing by on Tuesday, 23 of May , 2006 at 8:17 pm
"Random Healthcare Tutorial from Wikipedia"
Gairah seks tidak bisa bertahan selamanya. Bercinta seringkali berkurang setelah pasangan menjalani hidup bertahun-tahun sehingga ketika Anda sedang berhubungan seks akan terasa lebih lama terangsang.
Ini mudah dipahami karena Anda telah mengalami kehilangan gairah. Faktor lain yang berpotensi menurunkan gairah seks adalah stres, baik yang datang lantaran beban hidup maupun tekanan pekerjaan. Termasuk dalam hal ini, munculnya kekhawatiran tertentu yang sebenarnya tak beralasan. Misalnya khawatir tidak bisa memuaskan pasangan, dan ketakutan lain yang bisa menyebabkan hilangnya minat dan gairah melakukan hubungan intim. Selain itu gairah juga bisa hilang karena kelainan seksual. Sudah jemu, rasa tidak percaya, kurangnya daya tarik fisik, dapat juga menurunkan dan melenyapkan gairah seksual seseorang.
Tidak sedikit suami ataupun istri mengalami keadaan seperti itu. Yang kadang tidak kita sadari adalah pangkal masalah yang sebenarnya ada dalam diri masing-masing. Sudah merasa jemu atau bosan contohnya, seringkali mengusik pasangan suami-istri yang sudah bertahun-tahun menikah. Penyebabnya adalah, mereka tidak berusaha menciptakan variasi agar tidak terperangkap pada hal yang monoton. Demikian pula dengan daya tarik fisik. Banyak suami-istri yang menganggap kalau mereka sudah menikah, tidak perlu lagi memperhatikan keadaan fisik mereka lagi, tidak seperti kala berpacaran dulu. Padahal daya tarik fisik ini sangat penting dalam meningkatkan gairah seksual dalam suatu perkawinan. Satu hal penting yang harus diperhatikan oleh kedua pasangan, yaitu memberikan dorongan dan suasana yang membantu meningkatkan kembali gairah seksual yang hilang itu.
Banyak pria maupun wanita yang mengeluh kehilangan gairah seksual mereka. Keluhan itu ternyata banyak dialami pasangan suami maupun istri. Malah akan lebih jauh lagi kalau cuma dialami satu pihak, baik suami maupun istri. Dalam keadaan normal, pria maupun wanita sama-sama memiliki gairah seksual. Mereka sama-sama mempunyai perasaan atau keinginan untuk melakukan aktivitas seksual bahkan melakukan hubungan seks. Ini semua karena adanya dorongan atau gairah seks. Tingkat dorongan seks pria dan wanita pada dasarnya sebanding, dalam arti sama-sama kuat. Hanya saja perbedaannya hanyalah bagaimana cara mengekspresikannya.
Sakit saat melakukan
Hubungan seks yang hebat tentu sangat diharapkan setiap pasangan. Tetapi terkadang seks menimbulkan rasa sakit yang menyebabkan hubungan seks Anda tidak berjalan dengan lancar. Banyak orang terutama wanita mengeluhkan rasa sakit ketika mereka sedang berhubungan seks. Hal ini akan sangat menganggu keintiman pasangan. Jika Anda merasa tegang pada awalnya, Anda akan sulit merasa santai dan membiarkan hubungan sekual berlanjut. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, tanpa memandang umur atau jenis kelamin, dan rasa sakit bisa muncul pada saat berhubungan, di pertengahan, pada waktu orgasme, atau setelah berakhirnya hubungan seks. Rasa sakit bisa terasa seperti membakar, tajam atau nyeri. Rasa sakit bisa timbul di bagian luar vagina, di bagian dalamnya, atau jauh di dalam daerah panggul atau perut. Jika Anda mengalami hal tersebut, lebih baik segera konsultasikan pada dokter ahli.
Tidak bisa orgasme
Masalah inilah yang paling banyak dialami segelintir wanita. Tidak bisa orgasme adalah hal yang paling menyedihkan. Memang, masalah gagal orgasme bukan satu hal yang aneh lagi bagi wanita. Bahkan untuk wanita yang sudah lama menikah sekalipun. Akibat dari perbedaan ini makin lama makin menimbulkan akibat yang lebih jauh lagi, yaitu turun atau hilangnya gairah seksual antara pria dan wanita. Maka, tidak aneh kalau kemudian wanita lebih merasakan hilangnya gairah seksual itu ketimbang pria. Jika Anda sampai malas berhubungan seks dengan suami karena sedang kecewa, itu hal yang wajar. Langkah utama yang harus Anda lakukan adalah cari apa penyebab utama kegagalan orgasme itu. Tanpa mengetahui penyebab utama, akan sulit untuk menentukan solusi dari permasalahan ini. Mungkinkah, kurangnya rangsangan awal, atau posisi hubungan yang tidak tepat yang menjadi penyebab.
Komunikasikan dengan pasangan
Komunikasi juga sangat penting dalam berhubungan intim. Karena itu, komunikasikanlah dengan suami. Mintalah suami untuk lebih merangsang Anda pada saat melakukan foreplay. Saat melakukan hubungan intim, usahakan Anda tidak terlalu memikirkan atau berusaha mencapai orgasme. Pikiran itu akan membuat tubuh menjadi tegang dan tidak sensitif pada rangsangan. Cobalah rileks, dan nikmati saja, rasakan saja semua rangsangan yang suami berikan. Atau Anda juga dapat, mencoba posisi-posisi tertentu , misalnya posisi diatas. Posisi ini akan membuat Anda memegang kendali, dan dapat mengarahkan rangsangan lebih ke titik-titik sensitif yang Anda inginkan. Posisi itu juga membuat suami akan mampu bertahan lebih lama.(weddingku.com)
Leave a comment
Category: Wanita Dewasa
- Add this post to
- Del.icio.us -
- Meneame -
- Digg
No comments yet.
You must be logged in to post a comment.