Iszur Muchtar P. Project: Stop Kolesterol & Senam Bioenergi
Gangguan prostat hingga saat ini masih menjadi momok bagi pria. Namun, bagi komedian dan presenter Iszur Muchtar (37), tidak perlu menjadi ancaman. Sebab, ia selalu menghindari salah satu pemicunya, yakni makanan berkolesterol tinggi.
Buku-buku dan tulisan mengenai kesehatan makin menjadi perhatian Iszur Muchtar. Bukan karena istrinya seorang dokter, tapi melalui informasi itulah ia jadi tahu apa yang harus dilakukan untuk menghindari berbagai penyakit.
Berkat suka membaca pula ia paham bahwa gangguan prostat berisiko bagi pria yang sudah berusia 50 tahun ke atas. “Jadi tenang-tenang sajalah,” seloroh pria kelahiran Banjar, Jawa Barat, 37 tahun lalu ini.
Tenang tapi waspada, itu kunci Iszur dalam mengantisipasi masalah prostat. Ia tahu bahwa kolesterol menjadi salah satu pemicu terjadinya pembesaran prostat. Karenanya, anggota kelompok parodi dari Bandung, P. Project ini pun berusaha keras menghindari makanan yang kaya kolesterol.
“Rupanya, selain mengganggu peredaran darah dan organ tubuh lainnya, kolesterol bisa memicu terjadinya gangguan hormonal pada kelenjar prostat,” ujar pria bernama asli Yana S. Muchtar ini.
Diakuinya, kadar kolesterol dalam darahnya kadang tidak terkontrol. Namun, untunglah tidak dalam tahap yang mencemaskan.
Senam Bioenergi
Pengetahuan tentang gangguan prostat rupanya ia dapatkan dari pengalaman sang mertua.
Delapan tahun lalu mertuanya didiagnosis mengidap kanker prostat. Dan setelah menjalani operasi, keluhan-keluhannya jauh berkurang.
Sesuai anjuran dokter, mertuanya kini mesti banyak istirahat dan menjaga asupan makanan. Sebelumnya Iszur mengamati sang mertua juga mengalami gangguan berkemih. Pada malam hari dia sering ke kamar mandi untuk berkemih, tapi selalu tidak tuntas.
“Ini yang repot, pokoknya tidak nyamanlah. Jangankan prostat, sakit lain yang lebih ringan saja kalau untuk orang tua kan tidak enak,” ujarnya sambil meringis membayangkan kerepotan itu.
Dengan mimik serius, Iszur lalu menambahkan bahwa adanya gangguan hormon dan stres bukan tidak mungkin akan memicu gangguan prostat. “Orang kalau sudah stres ™kan jadi gampang sakit, bisa jantung, termasuk juga kena prostat. Iya, ™kan?” katanya meminta penegasan.
Selain mengurangi makanan berlemak, Iszur kini punya kebiasaan baru, yakni mengolah tubuh dengan senam bioenergi. Menurutnya itu bisa mengantisipasi tingginya kadar kolesterol, selain untuk memelihara stamina tentunya.
Lima bulan lalu ia berkenalan dengan bioenergi lewat seorang tetangga. Sejak itu ia bersenam setiap malam sebelum tidur. “Hasilnya luar biasa. Stamina saya bertambah bagus, jadi sangat menunjang pekerjaan saya,” ungkap ayah dari Ghea dan Gamma ini.
Sebagai presenter laris ia memang harus sering bolak-balik Bandung-Jakarta untuk menerima tawaran manggung. Tak jarang, ia harus mengemudi mobil sendiri.
Untuk menyempurnakan upaya menjaga kesehatan, ia juga rutin mengonsumsi suplemen vitamin C dosis tinggi. Ia mengaku paham bahwa konsumsi bermacam-macam vitamin juga tidak baik efeknya bagi tubuh.
“Makanya saya cuma pilih vitamin C yang kalau kelebihan akan luruh dan keluar bersama keringat atau air seni. Jadi amanlah,” tambahnya.
Ia berharap dengan semua kiat itu, kelak di hari tuanya tak harus berurusan dengan gangguan prostat. “Kalau mau terhindar dari gangguan prostat bisa lho dengan bioenergi. Mau coba? Ayo?” ajaknya bersemangat.
Kian Merajalela
Iszur mulai dikenal di jagad hiburan setelah ia bersama teman-temannya mengusung Padhyangan Project, grup parodi asal Bandung, pada awal tahun 1990-an.
Kelompok yang beranggotakan sejumlah mahasiswa Universitas Padjadjaran dan Parahyangan itu kemudian membelah diri dan menelurkan satu grup baru bernama œP. Project.
Meski tidak ada masalah dengan kelompok induk, Iszur kini aktif sebagai salah satu personel œP. Project. Grup yang doyan “memporak-porandakan” lagu dan cerita itu tetap eksis hingga sekarang.
Bahkan tiap anggotanya makin merajalela, tak hanya sebagai komedian, tapi juga sebagai bintang iklan, pembawa acara, dan pemain sinetron. Iszur contohnya kini masih dikontrak untuk memandu acara œKuis Digital LG Prima dan Gebyar BCA.
Kesempatan karier bagi masing-masing anggota menurutnya justru akan makin menguatkan kelompok tersebut. “Dari awal Padhyangan Project, kita memang punya komitmen untuk mendukung pengembangan potensi setiap anggota. Dan itu tidak membuat mereka lupa sama P. Project.
Sekarang kami sedang menyiapkan album dan sinetron komedi,” ujar alumnus Jurusan Administrasi Niaga Universitas Parahyangan, Bandung ini.
Berbagai kesibukan itu terbukti tidak membuat para anggota mengabaikan peraturan bahwa kepentingan kelompok harus diutamakan. Mereka tetap solid dan malah makin banyak ide yang bisa digali. P. Project pun kemudian mampu melahirkan generasi baru yang antara lain beranggotakan Tika Panggabean.
Memupuk bibit baru rupanya merupakan hal yang juga menjadi perhatiannya. Meski sudah tenar dan sibuk, Iszur selalu punya waktu untuk membimbing anak-anak muda di Bandung yang berminat pada dunia parodi. Ia senang jika ada grup sekolah yang memintanya menjadi pembimbing.
“Tak ada salahnya bagi-bagi ilmu, saya juga dulu seperti mereka,” tuturnya seraya tersenyum cerah.