ANTARA MITOS DAN SENSASI
Writing by on Monday, 8 of May , 2006 at 12:06 am
"Random Healthcare Tutorial from Wikipedia"
Dari dulu sampai sekarang reputasi aprodisiak di dunia belum berubah. Ia tetap digandrungi para lelaki dan suami, tapi khasiatnya tetap berada di belakang mitos. Saking kuat dan berakarnya mitos, sampai sekarang lebih banyak lelaki dan suami yang sesat dan berpetualang mencari mimpi seksualnya yang tak kunjung berakhir itu.
Sebagian kaum Adam merasa sia-sia sebab mimpi dari aprodisiak itu tetap saja tinggal mimpi, karena aprodisiak mana pun cuma memberi janji. Yang terjadi pada konsumen aprodisiak sebetulnya hanya dua sensasi. Pertama, sensasi seksual akibat adanya pengaruh aprodisiak terhadap faal tubuhnya.
adahal kerja suatu bahan aprodisiak mungkin cuma gelitik halus pada saluran kemaluan-kemih belaka (urogenital tract). Aprodisiak lainnya hanya mengubah persepsi sehingga sensasi kegiatan seksual terkesan lebih lama dan lebih menyenangkan. Selain itu ada juga aprodisiak yang memperlaju aliran rangsangan dalam sistem saraf, sehingga pesan rangsangan seks dari dan ke otak meningkat.
Yang paling umum bahan aprodisiak bekerja dengan cara membongkar hambatan sosial maupun jiwa, sehingga orang lebih lepas mengekspresikan kinerja seksualnya. Kelepasan naluriah ini yang biasanya dibarengi oleh rasa senang seks yang meningkat (sexual enjoyment) – bisa saja terkesan sebagai kehebatan seks. Peran bahan aprodisiak terhadap faal kemaluan pada umumnya meningkatkan jumlah darah yang mengalir ke organ tersebut. Semakin banyak darah yang mengalir ke sana, semakin bertambah mutu kesiapan seorang lelaki dan itu memberi sensasi seksual pada wanita. Ukuran maksimal ereksi dimungkinkan mencapai puncak terbesarnya.
Mungkin juga ereksi menjadi lebih lama sebab stimulan saraf lebih peka dan laju, serta lebih memberikan rasa nikmat karena pesan saraf yang mengalir antarotak-kemaluan-otak bertambah lancar. Sensasi kedua yang ditimbulkan aprodisiak bersifat psikologis. Digiring oleh mitos, kultur, dan obsesi pribadi tentang lelaki super, kehadiran aprodisiak bagi semua pria di mana pun selalu menumbuhkan suatu kondisi yang disebut expectancy effect pada pemakainya. Artinya, jika orang berpikir bahwa dengan makan daging kambing seksnya akan kuat, maka perasaan itu akan memberinya sensasi yang begitu sehabis menyantapnya. Perbedaan di antara bahan-bahan yang mengaku dirinya atau diproklamasikan oleh suatu kultur, tradisi, atau mitos sebagai suatu aprodisiak, terletak pada kedua sensasi di atas.
Ada yang cuma memberikan sensasi seksual, ada yang sekadar sensasi expectancy effect, atau ada juga yang berefek pada kedua sensasi itu. Daging kambing tergolong memberikan expectancy effect sebab secara ilmiah belum ditemukan zat berkhasiat yang mampu menambah libido apalagi sampai mampu meningkatkan potensi. Berbeda ikhwalnya dengan alkohol, sebab dalam takaran rendah justru menambah banyak jumlah darah yang memasuki organ kemaluan pria sehingga memaksimalkan ereksi (Farkas & Rosen 1976). Pembuluh darah kemaluan melebar dan darah tertahan lebih lama di sana. Namun takaran alkohol yang berlebihan justru berefek sebaliknya, karena menjadi penekan fungsi otak. Pesan seksual dari dan ke otak terhambat, sehingga pusat ereksi gagal berfungsi. Sensasi yang sama tidak terjadi pada wanita, entah dengan takaran rendah maupun tinggi.
Perbedaan peranan minum alkohol antara pria dan wanita terletak pada tujuan minumnya. Kalau wanita umumnya untuk rasa hangat dalam bergaul, rasa seksi, dan penumbuh rasa romantis. Tetapi, lelaki cenderung untuk tujuan seks. Maka dari itu makan daging kambing dengan alkohol akan memberikan kedua sensasi yang sudah disebutkan di atas. Kita belum menghitung peran bumbu masak seperti merica, biji pala, dan semua yang menimbulkan sensasi hot. Kesan hot juga dapat dikaitkan dengan tingginya faktor SDA (Specific Dynamic Action) suatu bahan makanan.
Semakin tinggi SDA suatu bahan makanan semakin memberikan rasa hot pada tubuh yang mengkonsumsinya. Rasa hot begini yang mungkin dipersepsikan sebagai bergairah secara seksual juga. Konon daging kambing disamakan dengan daging macan atau menjangan, yang dijuluki bersifat “panas” atau yang dalam ilmu Tao. Itu adalah lawan dari jenis makanan yang “dingin” atau yin. (dr. Handrawan Nadesul)
Leave a comment
Category: Pria Dewasa
- Add this post to
- Del.icio.us -
- Meneame -
- Digg
No comments yet.
You must be logged in to post a comment.